Postingan

Menampilkan postingan dengan label umiku

Abak

Gambar
Abak dan salah seorang  cucunya.  Abak, demikian kami memanggil orang tua lelaki kami. Aku sendiri tidak tahu, mengapa beliau dipanggil Abak. Yang pasti, sebagai anak kedua dari enam bersaudara, aku dan adik-adik hanya ikut kakak menyapa ayah dengan sebutan Abak. Sebagaimana aku ikut memanggil Umi, pada orang tua perempuan kami. Agh, tak penting pula rasanya dibahas, meskipun sampai kini aku tak tahu berasal dari mana kata Abak ini. Pastinya, beliau ayah kami, suami dari Umi, perempuan yang melahirkan enam anak perempuan dari rahimnya.

Ibuku, Perempuan Luar Biasa

Gambar
Umi, Abak dan salah seorang cucunya.  Sejak beberapa hari terakhir banyak media merilis kisah ibu-ibu tangguh yang berjuang demi keluarganya. Bagiku, ini bukanlah sesuatu yang asing, karena aku adalah satu dari sekian banyak 'produk' perempuan tangguh.  Ibuku yang kami panggil Umi adalah perempuan yang sangat luar biasa. Beliau gigih berjuang demi keluarganya.  Tempaan kehidupan yang serba sulit membuatnya tidak cengeng, karena sejak kecil memang sudah dibesarkan dalam kehidupan yang serba susah. Ketika kecil, umi bersama adik perempuannya yang kami panggil Ande dan kakak lelakinya yang kami panggil Mak Angah, sudah ditinggal kedua orangtuanya.  Ibu Umi, nenek kami meninggal dunia di saat Umi, Mak Angah, dan Ande masih sangat kecil untuk mengenal arti kasih sayang seorang ibu. Sedangkan ayahnya, kakek kami menikah lagi.  Jadilah Umi, Mak Angah, dan Ande tinggal bersama dengan eteknya, adik ibu mereka yang sudah menjanda dan menghidupi empat anaknya. Etek yang di...