Postingan

Menampilkan postingan dengan label sumatera barat

Kerupuk Kerak

Gambar
  Kerupuk Kerak dari kerak nasi.  Ada yang tahu cemilan ini?? Ini bukan Batiah atau Botiah, makanan yang pernah jadi ikon Kota Payakumbuh tempo doeloe. Tapi adalah kerak dari hasil menanak nasi di periuk. Masa lalu, saat keluarga kami masih hidup serba kekurangan, maka memasak nasi memakai periuk yang ditaruh di atas tungku kayu. Seluruh aktivitas memasak memang menggunakan kayu bakar. Jangan ditanya betapa sesaknya dada jika dapur dipenuhi asap dan api tak keluar akibat kayu yang dibakar masih lembap. Tapi memasak dengan tungku kayu memberi sensasi tersendiri. Salah satunya menanak nasi. Hasil nasi yang dimasak ditungku kayu malah memiliki aroma yang wangi mengundang selera. Berbeda dengan memasak dengan kompor. Bila tak pandai memakainya, maka bau minyak tanah terkadang merusak aroma nasi yang nikmat. Seingatku, keluarga kami baru memiliki kompor minyak tanah saat aku sudah menamatkan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama. Tapi, karena biaya memakai kompor lebih ...

AirNav untuk Negeri : ATC, Bertaruh Nyawa untuk Selamatkan Ratusan Jiwa

Gambar
Lama Alex Ferdi, Manager Safety Perum LPPNPI AirNav cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM) tertegun. Sulit baginya menceritakan kembali peristiwa pahit 10 tahun lalu. “Saya ingin melupakannya,” katanya mengawali perbincangannya dengan Singgalang yang menyambanginya, Kamis (3/9/2019) di kantornya.

KOTA PADANGKU TERCINTA

Gambar
Bus kota dan Trans Padang. (Net) Hari ini, Kamis, 7 Agustus 2014, tepat 345 tahun usia Kota Padang, ibukota Sumatera Barat, tempatku lahir dan dibesarkan. Angkanya cantik, tapi nasibnya mungkin tidak secantik angka peringatan kelahirannya tahun ini. Mengapa? Lihatlah kota ini sejak beberapa tahun terakhir. Semberaut! Terutama di Pasar Raya Padang. Jalanan di dalam pasar, penuh sesak oleh pedagang yang berjualan. Mereka tidak sungkan untuk merangsek ke badan jalan. Sudah barang tentu, kendaraan jadi sulit melintas. Jangankan kendaraan roda empat, sepeda motor saja harus ‘merangkak’ untuk bisa menembus padatnya jalan. Banyak warga kota yang mengaku jadi enggan ke pasar yang dulu sangat terkenal itu. Mereka lebih memilih berbelanja ke mall atau swalayan yang kini memang mulai menjamur di kota ini. Itu baru satu persoalan. Masalah lainnya adalah payung ceper dan pondok ceper di pinggir Pantai Padang yang meresahkan banyak pihak. Wisata keluarga yang dulu digadang-gadang bakal...