Postingan

Kerupuk Kerak

Gambar
  Kerupuk Kerak dari kerak nasi.  Ada yang tahu cemilan ini?? Ini bukan Batiah atau Botiah, makanan yang pernah jadi ikon Kota Payakumbuh tempo doeloe. Tapi adalah kerak dari hasil menanak nasi di periuk. Masa lalu, saat keluarga kami masih hidup serba kekurangan, maka memasak nasi memakai periuk yang ditaruh di atas tungku kayu. Seluruh aktivitas memasak memang menggunakan kayu bakar. Jangan ditanya betapa sesaknya dada jika dapur dipenuhi asap dan api tak keluar akibat kayu yang dibakar masih lembap. Tapi memasak dengan tungku kayu memberi sensasi tersendiri. Salah satunya menanak nasi. Hasil nasi yang dimasak ditungku kayu malah memiliki aroma yang wangi mengundang selera. Berbeda dengan memasak dengan kompor. Bila tak pandai memakainya, maka bau minyak tanah terkadang merusak aroma nasi yang nikmat. Seingatku, keluarga kami baru memiliki kompor minyak tanah saat aku sudah menamatkan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama. Tapi, karena biaya memakai kompor lebih ...

Atha dan Imajinasinya (2)

Gambar
Gambar Atha tentang Indonesia  Atha dan gambar-gambarnya memang terkadang bikin saya terkaget-kaget, tak menyangka. Beberapa hari lalu, dia juga membuat banyak gambar.  Gambar pertama, sebuah masjid. Katanya masjid Baiturrahman di Aceh. Dia sering melihat gambar masjid yang tak terdampak tsunami itu di televisi. Makanya, Atha menjadi tahu dan selalu ingat nama masjid tersebut.  Tentang masjid, sejak kecil Atha memang sangat menyukai rumah Allah. Dia langsung tahu simbol atau gambar kubah masjid, berupa bulan dan  bintang. Langsung senang dan teriak histeris, saat lihat masjid ketika berjalan-jalan dengan Mimi atau Bunda. "Masjid, Mimi," katanya sumringah setiap kali melihat masjid.  Bahkan, dia menjuluki  Masjid Raya Sumatera Barat dengan nama masjid kapal, karena penampakan masjid itu memang terlihat seperti kapal. Kembali ke gambar buatan Atha ! Gambar keduanya adalah sebuah truk yang di atasnya ada sejumlah mobil. Jadi itu gambar truk penga...

Atha dan Imajinasi

Gambar
Gambar Atha masih dalam proses.  Imajinasi anak-anak kadang sulit ditebak. Seperti imajinasi Atha, salah seorang  keponakanku. Jumat (2/12/2022) sore, dia menggambar di buku gambar miliknya.  Awalnya, dia membuat rumah dengan baik. Tapi, tiba-tiba dia mencoret-coret saja bagian atap gambar rumah tersebut. Aku kaget. Lalu menegurnya. "Kenapa dicoret, Tha. Buatlah gambar yang bagus dan rapi," kataku. "Rumahnya terbakar, Mimi," jawabnya sambil terus menggambar. "Ini gambar mobil pemadam, mobil polisi dan mobil ambulans," sambungnya dengan tetap membuat  sesuatu di kertas berwarna putih  tersebut.  Ditinggal sebentar, kertas sudah penuh coretan. Ada juga gambar truknya. Truk BPBD lengkap dengan logo segitiga. Amboi....! Ada-ada saja kerja bocah 7 tahun itu.  Lebih mengagetkan lagi, dibagian  deretan  rumah hingga truk, coretan seperti batu nisan. Benar saja, katanya itu kuburan. Ada orang meninggal karena kebakaran. Subhannallah. Semo...

Terbuka, Komunikatif dan Empati Cara Sukses Satake Bayu Jadi Polisi

Gambar
  Kombes Pol. Satake Bayu Terbuka dan komunikatif adalah kunci sukses Kombes Pol. Stefanus Satake Bayu, SIK.MSi., menjadi Kabid Humas Polda Sumatra Barat (Sumbar) sejak menjabat posisi tersebut lebih dari dua tahun terakhir. Transparansi yang ditunjukkan menurutnya memang menjadi komitmen bersama demi terwujudnya polisi yang presisi.  "Keterbukaan itu adalah komitmen bersama, karena transparansi juga sebagai pembelajaran dan bagian dari koreksi media kepada tugas dan fungsi kami," kata Satake Bayu. Pria kelahiran Bekasi, 25 November 1968 ini memang tak ragu menyampaikan berbagai informasi tentang kepolisian, tak terkecuali berita pemberian "punishment" atau sanksi terhadap polisi nakal. "Di satu sisi sebagai pembelajaran bagi rekan-rekannya supaya tak berbuat nakal dan sisi lainnya  masyarakat  tahu bahwa kepolisian tak ragu menindak dan memberi sanksi tegas untuk polisi nakal," terangnya. Polisi sebagai pelindung dan pengayom  masyarakat menurutnya harus ...

Atha, Perpisahan TK dan Pak Wako

Gambar
  Atha dan Walikota Padang, Hendra Septa.  Sebuah pesan gambar masuk ke whatsapp-ku Rabu, 15 Juni 2022 siang saat sedang duduk, makan di sebuah kafe di GOR H. Agus Salim, Padang bersama seorang teman. Pesan dari Bunda Atha.   Gambar itu memperlihatkan Atha sedang dipegang Walikota (Wako) Padang, Hendra Septa. Wooow!! Mantap!! Seruku saat itu. Atha berfoto dengan orang nomor satu di Kota Tercinta ini di sela acara perpisahan murid Taman Kanak-kanak se-Kecamatan Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat. Atha saat acara itu hanya ditemani gurunya. Tak ada Bundanya, juga aku. Tapi, Atha di acara itu tetap tampil bagus membacakan surat An Naba, salah satu surat dalam juz 30. Alhamdulillah! Sehari sebelumnya, Bunda Atha sudah memberitahuku soal acara itu, dia mau minta tolong mengabadikan kegiatan Atha. Cuma, kemarin belum pasti, apakah sekolah Atha TK PAUD Bougenvile di Sungai Lareh, Kelurahan Lubuk Minturun akan ikut. Bu Guru, Selasa, 14 Juni 2022 masih di Jakarta. "Belu...

AirNav untuk Negeri : ATC, Bertaruh Nyawa untuk Selamatkan Ratusan Jiwa

Gambar
Lama Alex Ferdi, Manager Safety Perum LPPNPI AirNav cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM) tertegun. Sulit baginya menceritakan kembali peristiwa pahit 10 tahun lalu. “Saya ingin melupakannya,” katanya mengawali perbincangannya dengan Singgalang yang menyambanginya, Kamis (3/9/2019) di kantornya.

Abak

Gambar
Abak dan salah seorang  cucunya.  Abak, demikian kami memanggil orang tua lelaki kami. Aku sendiri tidak tahu, mengapa beliau dipanggil Abak. Yang pasti, sebagai anak kedua dari enam bersaudara, aku dan adik-adik hanya ikut kakak menyapa ayah dengan sebutan Abak. Sebagaimana aku ikut memanggil Umi, pada orang tua perempuan kami. Agh, tak penting pula rasanya dibahas, meskipun sampai kini aku tak tahu berasal dari mana kata Abak ini. Pastinya, beliau ayah kami, suami dari Umi, perempuan yang melahirkan enam anak perempuan dari rahimnya.