Postingan

Berdinas di Idul Fitri, Adi Nasjaya Tetap Enjoy

Gambar
Gelap masih menyungkup bumi, saat Adi Nasjaya, petugas pengatur lalu lintas udara atau Air Traffic Controller (ATC) di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sampai di kantornya. Pagi itu, Senin (28/7), persis di Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah, dia bersama beberapa rekannya tetap bertugas memandu pesawat udara yang datang dan berangkat dari bandara itu.  "Dinas pagi dari jam 07.00 WIB hingga 13.00 WIB. Tapi sesuai SOP (standar operasional prosedur), kami sudah harus di kantor paling lambat 06.30 WIB," sebut pria yang sudah melakoni profesi itu sejak 15,5 tahun lalu.  Supaya tidak terlambat, dia berangkat lebih pagi dari rumahnya.  Biasanya dia bangun sebelum suara azan subuh memanggil. Di hari kemenangan tersebut, dia malah bangun pukul 04.00 WIB.  
Gambar
Mie goreng (yuni) Mie Goreng. Siapa yang tidak tahu makanan ini. Hampir semua orang menyukainya. Anak-anak kecil saja sudah menyukai makanan yang satu ini. Di Sumatera Barat, mie goreng menjadi salah satu makanan yang memang difavoritkan masyarakat. Mienya bisa mie berwarna kuning seperti dalam gambar di atas atau pun mie telur, seperti mie pada mie instant yang banyak dijual di warung. Membuat makanan ini pun tergolong mudah. Jadi yang malas jajan di luar, bisa membuatnya sendiri. (*)

Mangkuak Ubi Ungu

Gambar
Kue mangkok atau di Ranah Minang disebut mangkuak, termasuk salah satu makanan tradisional yang dulu sangat diminati. Kini, seiring perkembangan zaman, makanan itu mulai agak dilupakan, jika tidak bisa disebut hilang dari peredaran kuliner di negeri Ranah Bundo Kanduang ini.  Namun, sebuah tangan trampil berhasil mengolah ubi jalar ungu menjadi mangkuak berwarna ungu. Sungguh menarik. Tidak saja dari warna yang ditampilkannya, tapi juga memberikan rasa yang agak berbeda bila dibandingkan mangkuak pada umumnya.  Tapi jangan khawatir, karena justru semakin enak dan menggugah selera dengan warnanya yang memikat. Gimana? Tertarik mencoba?

Martabak Mesir

Gambar
Martabak Mesir, salah satu makanan yang terkenal di Sumatra Barat. (yuni)

Gulai Baga

Gambar
Gulai Baga, salah satu makanan khas di Sumatera Barat, tepatnya di Padang Pariaman. Di sana, hampir selalu dijumpai lauk dengan kuah berwarna merah ini. Terutama saat Hari Raya Idul Fitri. Tidak diketahui, mengapa penduduk di daerah itu menyebutnya dengan sebutan Gulai Baga.  Gulai Baga, salah satu makanan khas di Sumatera Barat. (yuni) Di beberapa daerah lainnya, juga ada masyarakat yang bisa mengolah daging dengan campuran kentang dan kuah cabe yang sudah digoreng ini. Tapi, mereka menyebutnya Pangek Dagiang.  Aghh, tak masalah soal nama, karena toh  ada ungkapan, "apalah arti sebuah nama". Begitu juga dengan lauk yang satu ini. Hm, rasanya nikmat sekali. Apalagi di makan ketika udara lembab, pasti membuat lidah bergoyang. Cobalah, pasti Anda akan ketagihan. (*)
Gambar
Martabak Mesir Kubang. (yuni)

Sumbar, Surga yang Jatuh ke Bumi

Gambar
Danau yang menjadi ikon Tour de Singkarak. (yuni)  "Dengan Tour de Singkarak, Kita Wujudkan Sumatra Barat sebagai daerah tujuan wisata dunia". Begitu tagline sebuah spanduk yang terpajang di sejumlah sudut jalan di hampir seluruh wilayah di Sumatra Barat (Sumbar). Hal itu, tidaklah mengherankan mengingat konsep yang diusung dalam perhelatan akbar ini selain sport (olahraga) adalah tourism (pariwisata). Harapan menggaet para wisatawan dunia berkunjung ke ranah Minang dalam iven balap ini juga bukan sesuatu berlebihan. TdS 2013 ini diikuti 22 tim dari 26 negara. Tentu tidak berlebihan pula mereka suatu hari nanti mereka bisa menghabiskan waktu liburan di beberapa tempat wisata di Sumbar. Dengan beragam objek wisata yang dimiliki, diyakini mereka akan puas berada di sini.